MENGAGUNGKAN PANJI RASULULLAH ADALAH TANDA KETAKWAAN
====================
oleh :Heri Al-Fatih
====================
oleh :Heri Al-Fatih
al-Liwaa dan ar-Rayah adalah salah satu dari syiar-syiar Allah.
Siapa saja yang mencintai al-liwaa dan ar-rayah, siapa saja yang
memuliakannya, melindungi serta menjaganya, maka saksikanlah bahwa
mereka termasuk orang yang bertakwa.
Dalam Al-Quran surah al-Hajj:22 ayat 32, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعٰٓئِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
"Dan barang siapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati."
al-liwaa dan ar-rayah adalah bendera dan panji Rasululullah Saw. Pada keduanya terdapat kalimat tauhid, "Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah" yang merupakan inti dalam ajaran Islam.
Oleh karena itu, sudah tentu al-liwaa dan ar-rayah adalah sesuatu yang sangat terhormat disisi Allah.
Maka wajar, saat perang Khaibar para Sahabat berlomba untuk mendapat kemuliaan sebagai pemegang panji Rasulullah tersebut. Dan Rasulullah Saw.menyerahkan panji(ar-rayah) pada Ali bin Abi Thalib.
Bukan hanya itu, Ja'far bin Abi Thalib bahkan rela terpotong kedua lengannya dalam perang Mu'tah hanya karena kecintaannya pada panji Rasulullah, ar-rayah.
Ja'far bin Abi Thalib tidak ingin jika ar-rayah tersebut jatuh dan menyentuh tanah, maka ia genggam erat ar-rayah dengan tangan kanannya. Ketika musuh menebas tangan kanannya, maka tangan kirinya segera menggenggam rayah dan musuh pun menebas tangan kirinya. Kedua tangannya pun putus.
Ja'far kemudian mendekap ar-rayah dengan kedua lengan atasnya, tak lama kemudian ia pun terbunuh.
Karena peristiwa tersebut, Ja'far bin Abi Thalib mendapat gelar dari Allah sebagai "Dzu al-Janahain"
(yang memiliki dua sayap), yang kelak di Surga ia bisa gunakan untuk terbang kemana saja sesuai kehendaknya.
Tidakkah kita merasa iri dengan mereka?
---
Mengagungkan apa yang terhormat disisi Allah merupakan suatu kebaikan disisi-Nya.
Allah SWT juga berfirman:
َ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ۥ عِنْدَ رَبِّهِۦ ۗ
"Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat), maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya."[QS. Al-Hajj:22:30].
Semoga kita semakin cinta dengan bendera dan panji Rasulullah Saw., Al-liwaa dan Ar-Rayah.
Sungguh, keduanya adalah bendera pemersatu ummat.al-liwaa dan rayah tidak mampu menggetarkan hati orang-orang mukmin karena kecintaan mereka pada Allah. Tapi juga mampu menggetarkan musuh dalam mendan jihad.
Allahu a'lam.
وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعٰٓئِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
"Dan barang siapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati."
al-liwaa dan ar-rayah adalah bendera dan panji Rasululullah Saw. Pada keduanya terdapat kalimat tauhid, "Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah" yang merupakan inti dalam ajaran Islam.
Oleh karena itu, sudah tentu al-liwaa dan ar-rayah adalah sesuatu yang sangat terhormat disisi Allah.
Maka wajar, saat perang Khaibar para Sahabat berlomba untuk mendapat kemuliaan sebagai pemegang panji Rasulullah tersebut. Dan Rasulullah Saw.menyerahkan panji(ar-rayah) pada Ali bin Abi Thalib.
Bukan hanya itu, Ja'far bin Abi Thalib bahkan rela terpotong kedua lengannya dalam perang Mu'tah hanya karena kecintaannya pada panji Rasulullah, ar-rayah.
Ja'far bin Abi Thalib tidak ingin jika ar-rayah tersebut jatuh dan menyentuh tanah, maka ia genggam erat ar-rayah dengan tangan kanannya. Ketika musuh menebas tangan kanannya, maka tangan kirinya segera menggenggam rayah dan musuh pun menebas tangan kirinya. Kedua tangannya pun putus.
Ja'far kemudian mendekap ar-rayah dengan kedua lengan atasnya, tak lama kemudian ia pun terbunuh.
Karena peristiwa tersebut, Ja'far bin Abi Thalib mendapat gelar dari Allah sebagai "Dzu al-Janahain"
(yang memiliki dua sayap), yang kelak di Surga ia bisa gunakan untuk terbang kemana saja sesuai kehendaknya.
Tidakkah kita merasa iri dengan mereka?
---
Mengagungkan apa yang terhormat disisi Allah merupakan suatu kebaikan disisi-Nya.
Allah SWT juga berfirman:
َ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمٰتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ ۥ عِنْدَ رَبِّهِۦ ۗ
"Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat), maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya."[QS. Al-Hajj:22:30].
Semoga kita semakin cinta dengan bendera dan panji Rasulullah Saw., Al-liwaa dan Ar-Rayah.
Sungguh, keduanya adalah bendera pemersatu ummat.al-liwaa dan rayah tidak mampu menggetarkan hati orang-orang mukmin karena kecintaan mereka pada Allah. Tapi juga mampu menggetarkan musuh dalam mendan jihad.
Allahu a'lam.

EmoticonEmoticon