Friday, March 6, 2020

Mencintai dalam Diam

Tags

Mencintai dalam diam, bolehkah?
@herialfatih1453
========
Karena banyaaaak sekali yang menanyakan tentang hal ini,  "bagaimna sih tanggapan kk ttng mencintai dalam diam"?

Silahkan dibaca sampai selesai.

Disini saya tidak ingin menghukumi bahwa mencintai dalam diam itu boleh atau haram. Tapi, Mencintai dalam diam adalah hal terbodoh bila saya harus melakukannya.

"Alasannya kak"?
Lanjutkan baca...

Bagiku, mencintai itu tidak diam. Kalo suka, ya lamar. Ajak dia nikah.
Klo blm siap, ya sudah gak perlu menyiksa hati dgn mencintai dalam diam.

Mencintai dalam diam, berarti kamu sedang menyiapkan hati untuk terus-terusan memikirkan seseorang yang belum halal bagimu. Karena begitulah cinta, akan memikirkan orang yang dicintai.
Mau sampai kapan seperti itu, memikirkan seseorang yang belum halal bagimu? Nanti ujung-ujungnya galau, baper.

Lihat dia dekat dengan orang lain, kamu yang galau. Apalagi kalo dia nikah dgn orang lain, nangis. Salah siapa coba?

Dan sampai kapan kamu bisa nahan gak chatingan dgn si dia?
Sampai kapan kamu bisa menahan gejolak cinta itu?

Seperti yang Anda ketahui, bahwa mencintai itu pasti akan melahirkan rasa rindu. Apa pantas kamu merindukan seseorang yang belum halal bagimu? Apalagi sampai menghayalkan?
Bagiku, harusnya itu tidak perlu terjadi. Tapi, saat kamu mencintai dalam diam, maka bayang-bayang itu akan selalu ada. Nyiksa diri banget.

Udah ya. Gak perlu mencintai dalam diam. Pun termasuk gak perlu menyebut nama seseorang dalam doamu. Lah, kok bisa gitu?

Yang kamu doakan dalam diam, boleh jadi dia sudah punya calon. Atau... boleh jadi dia juga punya doa untuk orang lain. Boleh jadi pula dia bukan yang terbaik dalam pandangan Allah. Maka cukup mintalah jodoh terbaik dari Allah. Titipkanlah hati kepada-Nya, agar kelak tidak ada hati yang kecewa.

Kecuali sudah terjadi lamaran (khitbah) maka sangat boleh saling mendokan, agar segalanya Allah mudahkan.

Mencintai dalam diam, berarti kamu sedang menyiapkan hati untuk kecewa. Karena besar kemungkinan dia tidak bersamamu. Dan boleh jadi saat bersama pun ternyata dia tidak seperti apa yang kamu harapkan.

Lalu bagaimana dgn kisah Fatimah Azzahrah dan Ali bin Abi Thalib ra., yang katanya mereka saling mencintai dalam diam?

Pertama, sampai sekrang saya belum pernah mendapati riwayat yang sohih tentang kisah tersebut. Jadi besar kemungkinan ceritanya tidak seperti itu.

Kedua, Fatimah Azzahrah adalah putri Nabi Saw. Dan Ali ra.adalah sahabat Nabi Saw yang begitu besar kecintaannya kepada Allah.

Siapa kita dibandingkan mereka. Dimasa Fatimah dan Ali belum ada Smartphone. Mereka tidak bisa chatingan. Mereka tidak punya akun sosmed. Ruang untuk mereka bertemu sangat sulit. Fatimah selalu bersama dengan Nabi Saw. Sahabat Ali pun begitu. Artinya keduanya sangat terjaga.

Beda dengan anak muda zaman sekarang. Katanya sih mencintai dalam diam.
Tapi, diam-diam saling chatingan. Saling berkabar.
Itu sih, bukan cinta dalam diam, tapi maksiat dalam diam.

Cinta dalam diam, tapi kepo banget tentang si dia. Semua tentang-nya dicari tahu. Galau bila orang yang dicintai dekat dgn orang lain. Ada rasa memiliki, padahal bukan milik. Apa gak nyiksa diri tuh namanya?

"Terus gimana dong kak?
Kita kan punya perasaan, dan itu fitrah."?

Jadi gini, bila harus jatuh cinta, cukup kagumi agama dan akhlaknya saja. Tidak perlu menyertakan hati ikut didalamnya. Tidak perlu sampai mencintai.

Bagiku, jatu cinta itu beda dgn mencintai. Klo jatuh cinta, sekadar tertarik, suka, kagum, gak sampai memikirkan terus-terusan. Klo mencintai, berarti menyiapkan hati untuk terus memikirkan si dia. Bawaannya akan galau.
Udah ya, gak perlu mencintai dalam diam.

Titipkan saja hati kepada Allah, insyaaAllah takkan ada kekecewaan setelahnya.
✒________
saudaramu
Heri Al-Fatih
081245991875

📲kontak diatas utk diskusi/tanya jawab
*Nb: akan dijawab bila tidak sibuk


EmoticonEmoticon