Friday, March 6, 2020

Pelita yang hilang

Tags

*Pelita yang Hilang*
Oleh: Heri Al-Fatih
======
1. Seperti pelita yang menerangi dunia.
cahayanya membawa rahmat bagi semesta.
Menjadi penerang bagi siapa saja yang ingin dekat kepada-Nya.

Pelita itu pernah menaungi dunia selama kurang lebih 1300 tahun lamanya.
Dunia mengenalnya dengan sebutan Khilafah.

2. Saat itu, kaum Muslim berada dipuncak kejayaannya.
Kekuatan militer, ekonomi dan politik tak ada yang mampu menandinginya.
Semua bangsa tunduk dan begitu segan padanya.

Harta, agama, darah dan kehormatan kaum Muslim begitu terjaga pada masanya.

3. Bahkan kala itu, setiap jengkal dari tanah kaum muslim tak satu pun musuh yang dapat menguasainya.

Begitulah saat kaum muslim berada dalam naungan Khilafah. Khilafah itu akan menjadi perisai baginya,
Seperti apa yang telah Rasul Saw sampaikan dalam sabdanya:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

“Sesungguhnya seorang imam (khalifah) itu  laksana perisai. Dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai perisai (pelindung)"
[HR.Muslim]

4. Namun, kini pelita itu telah tiada. Tepatnya tanggal 3 Maret 1924.
Itulah awal dari petaka yang menimpa kaum Muslim di seluruh dunia.

Sejak saat itulah, kaum Muslim hidup laksana anak ayam yang kehilangan induknya.

5. Tanahnya dijarah,
darahnya ditumpakkan,
kehormatannya dirampas,
agamanya dihinakan, dan kita hanya bisa menangisi entah sampai kapan.

6. Belum usai penderitaan saudara kita di Palestina, kembali Muslim Uyghur Cina mengalami genosida, mereka dibantai secara massal. Ditangkap dan disiksa sampai hilang nyawanya.

7. Suasana duka masih menyelimuti, belum kering air mata atas penderitaan yang dialami oleh saudara kita di Uyghur Cina, kini Muslim di India yang ditumpahkan darahnya.

8. Peristiwa 3 Maret 1924, mengingatkanku pada salah hadis Nabi Saw.
Sejak 14 abad yang lalu, Nabi Saw pernah bersabda,

لَيُنْقَضَنَّ عُرَى الإِسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِى تَلِيهَا وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ

“Simpul Islam akan terlepas satu per satu. Dan setiap kali simpul terlepas, akan diikuti dengan terlepasnya simpul yang lain. Dan simpul yang paling pertama terlepas adalah kekuasaan dan simpul yang terakhir adalah shalat.”
[HR. Ahmad, dari Abu Umamah Al Bakhili]

9. Simpul kekuasaan (Khilafah) itu telah hilang tepatnya tanggal 3 Maret 1924. Disusul dengan hilangnya simpul Islam yang lainnya.

Sistem politik, sosial, ekonomi, hukum, pendidikan, pergaulan, semua telah hilang dan berganti dengan hukum jahiliyah buatan manusia.

10. Maka lihatlah kerusakan demi kerusakan terjadi dimana-mana. Baik itu kerusakan alam juga kerusakan sosial.

Semua jenis kemaksiatan sudah terjadi didepan mata, bahkan mendapat izin dari penguasa. Pelakunya pun berlindung dibalik Hak Asasi Manusia (HAM).

11. Sampai kapankah umat ini hidup dalam kegelapan?
Tidakkah kita merindukan pelita umat itu kembali menerangi dan memimpin peradaban dunia?

12. Sungguh, kembalinya Khilafah adalah janji dari Nabi Saw,
"Akan kembali Khilafah yang mengikuti metode kenabian"
[HR. Ahmad, dari Khudzaifah r.a.]

13. Pelita kebangkitan umat itu kini telah hadir didepan mata.
Kerinduan dan seruan perjuangan mengembalikan Khilafah semakin menggema di penjuru dunia.

Maka pastikan diri Anda berada di barisan terdepan dalam memperjuangkannya.
______
@herialfatih1453
081245991875

Nb: kontak diatas untuk diskusi dan tanya jawab.

 *akan dibalas jika tidak sibuk.


EmoticonEmoticon