Friday, March 6, 2020

Antara Syubhat dan Fanatisme kelompok

Tags

*Antara Syubhat dan Fanatisme golongan*
#meluruskanPemahaman
=======
"Hati-hati dengan ustadz fulan, dia itu syubhat." atau "Jangan mengambil ilmu/pendapat dari ustadz fulan, dia itu syubhat, bukan manhaj salaf".

Pernah dengar ungkapan seperti diatas?

Ada sebagian muslim yang ikut kajian Islam pada satu ustadz atau kelompok tertentu. Disana, mereka didoktrin agar meninggalkan kajian atau tidak mengambil ilmu dari ustadz lain. Atau dengan kata lain, harus mengambil ilmu dari ustadz mereka saja, yg mereka sebut "ustadz sunnah'.

Maka ketika diajak ikut kajian pada satu ustadz, atau ketika mendapat satu tulisan dakwah, maka mereka akan menolak tulisan itu dengan dalih, "tulisannya syubhat atau yang menulis pesan itu bukan ustadz sunnah".

Begitulah, lisan mereka begitu mudahnya menyebut saudaranya dengan sebutan 'syubhat'. Mereka tidak akan mengambil ilmu kecuali dari ustadz mereka. Ketika ditanya kenapa?
Jawabannya, "si fulan itu ustadz syubhat, dia bukan pengikut manhaj salaf".

Syubhat itu apa sih?

Syubhat adalah perkara yang masih samar hukumnya, apakah halal atau haram.
Namun, ada sebagian muslim yang begitu fanatik pada ustadz-nya, sangat fanatik pada tempat dia mengkaji islam, sehingga siapa pun yang menyampaikan ilmu dan dakwah pada mereka, maka mereka umumnya langsung menolak dengan dalil, "saya takut terkena syubhat".

Padahal dakwah atau tulisan yang sampai pada mereka adalah perkara yang sudah jelas hukumnya, bukan dalam masalah syubhat. Tapi, akibat fanatisme pada kelompok, fanatisme pada istilah manhaj salaf dan ustadz sunnah, maka mereka akan menyesatkan semua ustadz yang bukan bagian dari mereka. Parah banget kan. Mereka itulah kaum 'talafy'(perusak) bertopeng salafy.

Mereka selalu mengajak untuk mengikuti manhaj salaf, tapi akhlak mereka justru sangat jauuuh dari manhaj salaf. Manhaj salaf itu akhlaknya menawan, tutur katanya sopan, bicaranya santun, bukan sedikit-sedikit mentahdzir dan mengatakan "anta syubhat, anta bukan manhaj salaf".😇

Mari kita renungkan hadis Nabi Saw.berikut ini,

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim)

Mengatakan, "anta syubhat adalah bentuk merendahkan orang lain. Dan menolak kebenaran adalah bentuk kesombongan yang nyata.".

Allahu a'lam.
________
saudaramu
Heri Al-Fatih
081245991875
📲kontak diatas untuk diskusi /tanya jawab.

Makassar, 7 Februari 2028


EmoticonEmoticon