Saturday, July 8, 2017

PERBANYAK MENGINGAT ALLAH

Tags

oleh : Heri Al-Fatih
=======
PERBANYAK MENGINGAT ALLAH

Kisah tentang Nabi Ayyub 'alihissalam tentu tidak asing lagi bagi kita. Ia adalah manusia pilihan Allah yang diuji dengan sakit yang teramat sangat. Istrinya meninggalkannya, bahkan sampai kiamat pun takkan ada manusia yang mengalami sakit sepertinya.

Ketika Allah uji kita berupa sakit, tentu kita akan berdoa agar Allah memberi kita kesembuhan. Namun yang menarik dari kisah Nabi Ayyub as.adalah beliau tidak pernah berdoa agar diberi kesembuhan oleh Allah.

Lalu apa yang dilakukan oleh Nabi Ayyuh as.?

Yang Nabi Ayyub as.lakukan adalah MENGINGAT ALLAH dengan berdoa dan memuji-Nya.

Kisah ini Allah abadikan dalam Al-Qur'an.
"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia berdoa kepada Tuhan-nya, "(Ya Tuhan-ku), sungguh, aku ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyanyang dari semua yang penyayang."
[TQS. al-Anbiya 21: 83]

Allah Swt.menjelaskan lanjutan Kisah Nabi Ayyub as.dalam ayat berikutnya.

"Maka Kami Kabulkan doanya-nya, lalu Kami Lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami Kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami gandakan jumlah mereka sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
[TQS. al-Anbiya' 21: 84]

Allah Swt.menjadikan Kisah Nabi Ayyub as.agar kita senantiasa ingat kepada-Nya.

Kita tinggalkan sejenak kisah Nabi Ayyub as.
Mari kita beralih ke kisah Nabi Yunus as. Dia juga adalah salah satu manusia pilihan Allah.


PERBANYAK MENGINGAT ALLAH
Dikisahkan, Nabi Yunus as.  pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah. Dalam perjalannya, Nabi Yunus as. diuji Allah. Ia ditelan oleh seeokor Ikan.

Ketika Nabi Yunus as. berada dalam perut Ikan, apakah Nabi Yunus as.berdoa kepada Allah agar dikeluarkan dari perut ikan tersebut?, ternyata tidak.

Lalu apa yang dilakukan oleh Nabi Yunus as.?

Allah Swt.menjelaskan dalam firman-Nya.

"Dan ingatlah kisah Dzun Nun (Yunus as.), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya
(mengujinya), maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap,
" Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
[TQS. al-Anbiya' 21:87]

Yang dilakukan oleh Nabi Yunus as. adalah seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Ayyub as., yaitu dengan berdoa dan BERDZIKIR MEMUJI ALLAH.

Maka Allah pun memperkenankan doa Nabi Yunus as.
"Maka Kami Kabulkan doa-nya dan Kami Selamatkan dia dari kedukaan."
[TQS. al-Anbiya' 21:88]

Allah Swt.juga berpesan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun as.
"Dan janganlah kamu berdua lalai dari mengingat-Ku."
[TQS. Thaha 20:42]

Mengingat Allah adalah ciri-ciri orang yang berakal.
Tentang hal ini, Allah Swt. sebutkan dalam firman-Nya,
"...Orang yang berakal, yaitu orang-orang yang MENGINGAT ALLAH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),
"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."
[TQS. Ali-Imran 3:190-191]

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka(khuysu') karena MENGINGAT ALLAH"
[TQS. al-Hadiid 57:16]

"Apabila kamu telah menyelesaikan shalat, INGATLAH kepada ALLAH ketika berdiri, ketika duduk dan ketika berbaring".
[TQS. an-Nisaa 4:103]

"Dan BERDZIKIRLAH
(sebutlah) nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang, dan JANGANLAH KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG LALAI."
[TQS. al-A'raaf: 205]


PERBANYAK MENGINGAT ALLAH
"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
[TQS. al-Ahzab 33:41-42]

Mengingat pentingnya mengingat Allah, sampai Rasulullah Saw.memberi perumpamaan orang yang
tidak mengingat Allah diibaratkan seperti orang yang sudah mati.

Dari Abu Musa r.a.,
Nabi Saw.bersabda,
"Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat Allah) dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah, seperti orang yang hidup dan orang yang mati."
[HR. al-Bukhari, Muslim dan Baihaqi]

Alhamdulillah, kita masih hidup. Mari perbanyak dzikir (MENGINGAT ALLAH).

Dari Muadz bin Jabal r.a.,
Nabi Saw.bersabda,
"Orang yang sudah ditetapkan masuk surga tidak akan merasa rugi, kecuali waktu yang mereka lalui tanpa dzikrullah didalamnya."
[HR. Thabrani, Baihaqi, dari kitab Darrul Mantsur]

Orang tidak mengingat Allah adalah orang yang celaka dan termasuk golongan setan.

"Maka celaka besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan nasehat nyata."
[TQS. Az-Zumar 39:22]

"Dan siapa yang berpaling dari mengingat Tuhannya, niscaya dia dimasukkan ke dalam azab yang sangat berat."
[TQS. al-Jin 72:17]

"Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi."
[TQS. al-Mujaadalah :19]

Adapun orang yang banyak mengingat Allah adalah orang yang beruntung, mendapat hidayah dan mampu menentramkan hati.

"INGATLAH ALLAH sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung."
[TQS. al-Jumu'ah :10]

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dari ahklak buruk), dan dia MENGINGAT asma(nama) Tuhannya, lalu dia shalat."
[TQS. al-A'laa :14-15]

"Dan Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, dengan mengingat Allah maka hati menjadi tentram."
[TQS. ar-Ra'd :27-28]

Imam Tirmidzi rahimahullah berkata,
"Dzikrullah membasahi hati dan melembutkannya. Jika hati kosong dari dzikrullah, maka gejolak hawa nafsu dan api syahwat akan menyebabkan hati kering dan keras, dan anggota badan yang lain pun akan ikut mengeras, sehingga ketaatan kepada Allah pun akan terhenti. Jika anggota badan itu ditarik, akan patah seperti kayu kering, yang kegunaannya hanya untuk dipotong kemudian dibakar."
[lihat Fadhail Amal, hlm.407]

Imam Taqiyuddin rahimahullah berkata,
"Pengaruh dzikir terhadap hati seperti pengaruh air terhadap ikan".
Dapat dibanyangkan, apakah ikan dapat hidup tanpa air?
[Fahdail Amal, hlm.440]

Ibnu Qayyim al-Jauzi rahimahullah menyebutkan lebih dari seratus keutamaan berdzikir, diantaranya;
-Mengusir setan sekaligus mematahkan kekuatannya.
-Melapangkan dan menggembirakan hati
-Menguatkan jasmani dan ruhani
-Membuat wajah dan hati bercahaya
-Dzikir membuahkan muraqabah (merasa diawasi oleh Allah), sehingga mengantarkan kita pada derajat ihsan.
-Dzikir menarik rezeki
-Dzikir menumbuhkan cinta pada Allah.
-Dzikir adalah penyelamat dari Allah.
[Selangkapnya silahkan Lihat kitab Al-Wabilu Shayyib]

PERBANYAK MENGINGAT ALLAH
Sebagai penutup, mari kita simak hadis dari Sahabat Muadz bin Jabal r.a.
Ia bercerita, suatu waktu Rasulullah Saw menggenggam tanganku seraya berkata:
"Wahai Muadz, Demi Allah, sesungguhnya aku sangat mencintaimu.
Aku berpesan kepadamu,
Janganlah engkau lewatkan disetiap akhir shalatmu untuk membaca:
"Allahumma'a innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husnii ibaadatika"
"Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa MENGINGAT-Mu,
BERSYUKUR kepada-Mu dan BERIBADAH dengan baik kepada-Mu."
[HR. Abu Dawud, shahih]

Allahu a'lam.Kisah tentang Nabi Ayyub 'alihissalam tentu tidak asing lagi bagi kita. Ia adalah manusia pilihan Allah yang diuji dengan sakit yang teramat sangat. Istrinya meninggalkannya, bahkan sampai kiamat pun takkan ada manusia yang mengalami sakit sepertinya.

Ketika Allah uji kita berupa sakit, tentu kita akan berdoa agar Allah memberi kita kesembuhan. Namun yang menarik dari kisah Nabi Ayyub as.adalah beliau tidak pernah berdoa agar diberi kesembuhan oleh Allah.

Lalu apa yang dilakukan oleh Nabi Ayyuh as.?

Yang Nabi Ayyub as.lakukan adalah MENGINGAT ALLAH dengan berdoa dan memuji-Nya.

Kisah ini Allah abadikan dalam Al-Qur'an.
"Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia berdoa kepada Tuhan-nya, "(Ya Tuhan-ku), sungguh, aku ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyanyang dari semua yang penyayang."
[TQS. al-Anbiya 21: 83]

Allah Swt.menjelaskan lanjutan Kisah Nabi Ayyub as.dalam ayat berikutnya.

"Maka Kami Kabulkan doanya-nya, lalu Kami Lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami Kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami gandakan jumlah mereka sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
[TQS. al-Anbiya' 21: 84]

Allah Swt.menjadikan Kisah Nabi Ayyub as.agar kita senantiasa ingat kepada-Nya.

Kita tinggalkan sejenak kisah Nabi Ayyub as.
Mari kita beralih ke kisah Nabi Yunus as. Dia juga adalah salah satu manusia pilihan Allah.

Dikisahkan, Nabi Yunus as.  pergi meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah. Dalam perjalannya, Nabi Yunus as. diuji Allah. Ia ditelan oleh seeokor Ikan.

Ketika Nabi Yunus as. berada dalam perut Ikan, apakah Nabi Yunus as.berdoa kepada Allah agar dikeluarkan dari perut ikan tersebut?, ternyata tidak.

Lalu apa yang dilakukan oleh Nabi Yunus as.?

Allah Swt.menjelaskan dalam firman-Nya.

"Dan ingatlah kisah Dzun Nun (Yunus as.), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya
(mengujinya), maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap,
" Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
[TQS. al-Anbiya' 21:87]

Yang dilakukan oleh Nabi Yunus as. adalah seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Ayyub as., yaitu dengan berdoa dan BERDZIKIR MEMUJI ALLAH.

Maka Allah pun memperkenankan doa Nabi Yunus as.
"Maka Kami Kabulkan doa-nya dan Kami Selamatkan dia dari kedukaan."
[TQS. al-Anbiya' 21:88]

Allah Swt.juga berpesan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun as.
"Dan janganlah kamu berdua lalai dari mengingat-Ku."
[TQS. Thaha 20:42]

Mengingat Allah adalah ciri-ciri orang yang berakal.
Tentang hal ini, Allah Swt. sebutkan dalam firman-Nya,
"...Orang yang berakal, yaitu orang-orang yang MENGINGAT ALLAH sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),
"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."
[TQS. Ali-Imran 3:190-191]

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka(khuysu') karena MENGINGAT ALLAH"
[TQS. al-Hadiid 57:16]

"Apabila kamu telah menyelesaikan shalat, INGATLAH kepada ALLAH ketika berdiri, ketika duduk dan ketika berbaring".
[TQS. an-Nisaa 4:103]

"Dan BERDZIKIRLAH
(sebutlah) nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang, dan JANGANLAH KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG LALAI."
[TQS. al-A'raaf: 205]

"Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."
[TQS. al-Ahzab 33:41-42]

Mengingat pentingnya mengingat Allah, sampai Rasulullah Saw.memberi perumpamaan orang yang
tidak mengingat Allah diibaratkan seperti orang yang sudah mati.

Dari Abu Musa r.a.,
Nabi Saw.bersabda,
"Perumpamaan orang yang berdzikir (mengingat Allah) dengan orang yang tidak berdzikir kepada Allah, seperti orang yang hidup dan orang yang mati."
[HR. al-Bukhari, Muslim dan Baihaqi]

Alhamdulillah, kita masih hidup. Mari perbanyak dzikir (MENGINGAT ALLAH).

Dari Muadz bin Jabal r.a.,
Nabi Saw.bersabda,
"Orang yang sudah ditetapkan masuk surga tidak akan merasa rugi, kecuali waktu yang mereka lalui tanpa dzikrullah didalamnya."
[HR. Thabrani, Baihaqi, dari kitab Darrul Mantsur]

Orang tidak mengingat Allah adalah orang yang celaka dan termasuk golongan setan.

"Maka celaka besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan nasehat nyata."
[TQS. Az-Zumar 39:22]

"Dan siapa yang berpaling dari mengingat Tuhannya, niscaya dia dimasukkan ke dalam azab yang sangat berat."
[TQS. al-Jin 72:17]

"Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi."
[TQS. al-Mujaadalah :19]

Adapun orang yang banyak mengingat Allah adalah orang yang beruntung, mendapat hidayah dan mampu menentramkan hati.

"INGATLAH ALLAH sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung."
[TQS. al-Jumu'ah :10]

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dari ahklak buruk), dan dia MENGINGAT asma(nama) Tuhannya, lalu dia shalat."
[TQS. al-A'laa :14-15]

"Dan Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, dengan mengingat Allah maka hati menjadi tentram."
[TQS. ar-Ra'd :27-28]

Imam Tirmidzi rahimahullah berkata,
"Dzikrullah membasahi hati dan melembutkannya. Jika hati kosong dari dzikrullah, maka gejolak hawa nafsu dan api syahwat akan menyebabkan hati kering dan keras, dan anggota badan yang lain pun akan ikut mengeras, sehingga ketaatan kepada Allah pun akan terhenti. Jika anggota badan itu ditarik, akan patah seperti kayu kering, yang kegunaannya hanya untuk dipotong kemudian dibakar."
[lihat Fadhail Amal, hlm.407]

Imam Taqiyuddin rahimahullah berkata,
"Pengaruh dzikir terhadap hati seperti pengaruh air terhadap ikan".
Dapat dibanyangkan, apakah ikan dapat hidup tanpa air?
[Fahdail Amal, hlm.440]

Ibnu Qayyim al-Jauzi rahimahullah menyebutkan lebih dari seratus keutamaan berdzikir, diantaranya;
-Mengusir setan sekaligus mematahkan kekuatannya.
-Melapangkan dan menggembirakan hati
-Menguatkan jasmani dan ruhani
-Membuat wajah dan hati bercahaya
-Dzikir membuahkan muraqabah (merasa diawasi oleh Allah), sehingga mengantarkan kita pada derajat ihsan.
-Dzikir menarik rezeki
-Dzikir menumbuhkan cinta pada Allah.
-Dzikir adalah penyelamat dari Allah.
[Selangkapnya silahkan Lihat kitab Al-Wabilu Shayyib]

Sebagai penutup, mari kita simak hadis dari Sahabat Muadz bin Jabal r.a.
Ia bercerita, suatu waktu Rasulullah Saw menggenggam tanganku seraya berkata:
"Wahai Muadz, Demi Allah, sesungguhnya aku sangat mencintaimu.
Aku berpesan kepadamu,
Janganlah engkau lewatkan disetiap akhir shalatmu untuk membaca:
"Allahumma'a innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husnii ibaadatika"
"Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa MENGINGAT-Mu,
BERSYUKUR kepada-Mu dan BERIBADAH dengan baik kepada-Mu."
[HR. Abu Dawud, shahih]

Allahu a'lam.


EmoticonEmoticon