Friday, March 6, 2020

RATU PALSU

Ada yang nanya ke saya, bagaimana pendapat Anda kalu ada perempuan bilang begini,
"Bergaul dengan sekumpulan laki-laki bukan berarti Murahan. Lo Gak Tau Sii Gimana rasanya Diperlakukan seperti Ratu dan dijaga seperti Berlian."

*Komentar saya:

Hati-hati dengan kalimat diatas, itu penyesatan.

1. Bila bergaul dengan sekumpulan laki-laki kau anggap dirimu diperlakukan seperti Ratu, mungkin kamu tidak tahu bagaimana rasanya jadi wanita yang telah terenggut kehormatannya karena bermudah-mudahan bergaul dengan laki-laki. Penuh dengan penyesalan dan tangis air mata.😢

2. Dimana-mana yang namanya seorang Ratu itu tidak gampang diajak bergaul, tidak gampang diajak duduk bersama oleh sembarang orang, tidak gampangan diajak jalan, apalagi sampai kumpul bareng sama laki-laki yang bukan siapa-siapa. Kalo ada Ratu yang gampangan diajak kumpul, gampangan diajak jalan, itu Ratu PALSU.🙂

3. Yang namanya Berlian, itu tidak sembarang orang yang boleh melihatnya, dia terjaga, tidak sembarang orang boleh menyentuhnya, dia bukan untuk dipertontonkan, dia bukan seperti gorengan yang mudah dipegang-pegang.

4. Oy, seorang Muslimah itu lebih terhormat daripada seorang Ratu mana pun di dunia ini dan lebih berharga daripada berlian.

5. Ciri Wanita terhormat itu...tidak gampang diajak jalan oleh laki-laki, tidak gampangan diajak kumpul bareng apalagi dipegang-pegang.

6. Kajilah Islam dengan benar agar kamu paham bagaimana harusnya bertingkah, bagaimana harusnya bersikap dan bagaimana bergaul dengan lawan jenis. Aku khawatir aja sih bila kamu jadi korban seperti kebanyakan wanita diluar sana.
________
saudaramu
Heri Al-Fatih
081245991875

PENTINGNYA BELAJAR FIQIH

*PENTINGNYA BELAJAR FIQIH*
oleh: Heri Al-Fatih
======
🔍Apa itu Fiqih?

*•Syaikh 'Atha bin Khalil* hafidzahullah dalam kitabnya Taisir al-Wushûl ila al-Ushul, beliau mnyebutkan bahwa Fikih secara bahasa bermakna al-fahmu (pemahaman),
Seperti firman Allah SWT:

…مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِّمَّا تَقُولُ…

Kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu
[QS Hud (11): 91.]

*•Imam Al-Ghazali* juga berpendapat bahwa, fikih (fiqh) bermakna al-‘ilm wa al-fahm (ilmu dan pemahaman).
[Imam al-Ghazali, Al-Mustashfâ fî ‘Ilm al-Ushûl, hlm.5]

•Adapun Fikih secara istilah, para ulama mnyebutkan:

1. Fikih adalah pengetahuan tentang hukum syariat yang bersifat praktis (‘amaliyyah) yang digali dari dalil-dalil yang bersifat rinci (tafshîlî).
[Syaikh Taqiyyuddin an-Nahbani, Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, III/5]

2. "Fikih adalah pengetahuan yg dihasilkan dari sejumlah hukum syariat yang bersifat cabang yang digunakan sebagai landasan untuk masalah amal perbuatan dan bukan digunakan landasan dalam masalah akidah."
[Imam Al-Amidi, Al-Ihkâm fî Ushûl al-Ahkâm, I/9]

3. "Fikih adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang digali dari dalil-dalil yang bersifat rinci."
[Imam Asy-Syaukani, Irsyâd al-Fuhûl, hlm. 3]

*🔍Mempelajari Fikih adalah wajib.*
Alasannya?

*•Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani* menjelaskan:
"Mengetahui hukum syara'(Islam) yg diperlukan seorang muslim dlm mngatur khidupannya adalah fardhu 'ain. Sebab, setiap muslim diperintahkan utk melakukan berbagai aktivitasnya sesuai dgn ketentuan hukum syara'.
Ini diperkuat oleh riwayat dari Anas bin Malik,
Nabi Saw bersabda:
"Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim".
[HR. Ibn Majah & al-Baihaqi]

Ilmu yg dimaksud adalah semua ilmu yg dibutuhkan dalam kehidupan, maka Fikih trmasuk didalamnya.
Fikih sangat dibutuhkan seorang muslim dlm khidupannya,
seperti hukum-hukum tentang ibadah, muamalah, dsb.

Dari sinilah maka mempelajari fikih mrupakan keharusan bagi kaum Muslim. Bahkan trmasuk diantara hukum-hukum yg diwajibkan Allah atas mereka, baik fardhu 'ain maupun fardhu kifayah.
[lihat terjemah asy-Syakhsiyah al-Islamiyah, II/11-14]

Allahu a'lam.
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

#yukNgaji
#yukDakwah
_______________
Saudaramu
Heri Al-Fatih
081245991875

Cinta dan Kehormatan

*Cinta dan Kehormatan*
=======
Bukan berapa banyak laki-laki yang melisankan kata 'cinta' padamu. Bukan pula berapa banyak laki-laki yang menyukai dan memberikan perhatian padamu, tapi berapa laki-laki yang mampu menghormatimu. Laki-laki yang tidak pernah ngajak kamu ketemuan, bahkan ngajak chatingan pun jarang, bukan krna dia tidak cinta padamu, tapi dia menghormatimu.

Tapi, laki-laki yang begitu mudahnya berucap kata "sayang" padamu, maka sebenarnya dia telah merendahkan kehormatanmu. Kata-katanya begitu indah penuh janji, tapi semua hanya dusta agar kamu 'tunduk' pada keinginannya. Suatu saat kamu akan tahu arti dari cinta yang sebenarnya. Bahwa cinta itu memuliakan orang yang dicintai, bukan merusak dengan janji lalu pergi setelah menodai.

Bagimu yang saat ini masih pacaran, mungkin masih bisa tertawa bahagia, tapi esok pasti kamu akan merasakan penyesalan yang berkepanjangan, cepat atau lambat. Yang namanya kemaksiatan, pasti berujung dengan kesengsaraan dan mewariskan penyesalan. Kecuali kamu segera bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Tidak peduli bagaimana kelamnya masa lalumu. Tidak peduli sebesar apa dosamu. Yang terpenting adalah hari ini kamu telah memilih untuk berhijrah dan meninggalkan larangan Allah, maka Allah akan mengampuni dan mencintaimu. Maka sebelum ajal menjemput, segeralah untuk taubat. Ingatlah! KEMATIAN tidak akan pernah menunggu kamu siap.
_______
Heri Al-Fatih
081242991845

📲kontak diatas untuk tanya-jawab.
*akan dijawab bila tidak sibuk

Antara Syubhat dan Fanatisme kelompok

*Antara Syubhat dan Fanatisme golongan*
#meluruskanPemahaman
=======
"Hati-hati dengan ustadz fulan, dia itu syubhat." atau "Jangan mengambil ilmu/pendapat dari ustadz fulan, dia itu syubhat, bukan manhaj salaf".

Pernah dengar ungkapan seperti diatas?

Ada sebagian muslim yang ikut kajian Islam pada satu ustadz atau kelompok tertentu. Disana, mereka didoktrin agar meninggalkan kajian atau tidak mengambil ilmu dari ustadz lain. Atau dengan kata lain, harus mengambil ilmu dari ustadz mereka saja, yg mereka sebut "ustadz sunnah'.

Maka ketika diajak ikut kajian pada satu ustadz, atau ketika mendapat satu tulisan dakwah, maka mereka akan menolak tulisan itu dengan dalih, "tulisannya syubhat atau yang menulis pesan itu bukan ustadz sunnah".

Begitulah, lisan mereka begitu mudahnya menyebut saudaranya dengan sebutan 'syubhat'. Mereka tidak akan mengambil ilmu kecuali dari ustadz mereka. Ketika ditanya kenapa?
Jawabannya, "si fulan itu ustadz syubhat, dia bukan pengikut manhaj salaf".

Syubhat itu apa sih?

Syubhat adalah perkara yang masih samar hukumnya, apakah halal atau haram.
Namun, ada sebagian muslim yang begitu fanatik pada ustadz-nya, sangat fanatik pada tempat dia mengkaji islam, sehingga siapa pun yang menyampaikan ilmu dan dakwah pada mereka, maka mereka umumnya langsung menolak dengan dalil, "saya takut terkena syubhat".

Padahal dakwah atau tulisan yang sampai pada mereka adalah perkara yang sudah jelas hukumnya, bukan dalam masalah syubhat. Tapi, akibat fanatisme pada kelompok, fanatisme pada istilah manhaj salaf dan ustadz sunnah, maka mereka akan menyesatkan semua ustadz yang bukan bagian dari mereka. Parah banget kan. Mereka itulah kaum 'talafy'(perusak) bertopeng salafy.

Mereka selalu mengajak untuk mengikuti manhaj salaf, tapi akhlak mereka justru sangat jauuuh dari manhaj salaf. Manhaj salaf itu akhlaknya menawan, tutur katanya sopan, bicaranya santun, bukan sedikit-sedikit mentahdzir dan mengatakan "anta syubhat, anta bukan manhaj salaf".😇

Mari kita renungkan hadis Nabi Saw.berikut ini,

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.” (HR. Muslim)

Mengatakan, "anta syubhat adalah bentuk merendahkan orang lain. Dan menolak kebenaran adalah bentuk kesombongan yang nyata.".

Allahu a'lam.
________
saudaramu
Heri Al-Fatih
081245991875
📲kontak diatas untuk diskusi /tanya jawab.

Makassar, 7 Februari 2028

Tentang Qur'an Camp

*Tentang Qur'an Camp di alam terbuka bersama Ikhwan-akhwat* ⛺🏕
Oleh: Heri Al-Fatih
====
Pagi ini ada teman yang nanya,
"bagaimana tanggapan ustadz ttg qur'an camp yang melibatkan ikhwan-akhwat"?
****

1. Quran Camp adalah sebuah kegiatan baik untuk mentadabburi dan menghafal Al Quran yang dilakukan ditempat alam terbuka. Biasanya disertai kegiatan-kegiatan tambahan seperti Outbond, Games, Olahraga dan Foto bersama.

Jika kegiatan Quran Camp ini hanya diikuti oleh peserta Ikhwan (laki-laki) maka tentu sangat bagus. Tidak akan fitnah yang ditimbulkan. Tapi jadi berbeda jika melibatkan akhwat (perempuan). Ada fitnah yang akn ditimbulkan. Apa saja? Baca selanjutnya.

2. Sebelum mengikuti kegiatan Quran Camp, maka ada beberapa hal yang Anda harus cari tahu, kaji faktanya  seperti apa nantinya jika sudah dilokasi?

Apakah dilokasi Quran Camp disediakan tempat mnginap yang terpisah antar ikhwan-akhwat?

Bagaimana dengan Kamar mandinya, apakah terpisah dan aman dari pandangan orang luar?

Nanti saat Outbond & games, apakah terpisah atau ikhtilath (campur baur)?

Saat olahraga dan foto bersama apalah ikhtilath atau terpisah?

3. Saya pernah Camp bersama teman2 di Komunitas Yuk Ngaji Makassar. Pesertanya Ikhwan semua. Tanpa akhwat. Lokasinya di Pesantren Alam Indonesia.

Kami pasang tenda ditengah lapangan pas di tepi gunung. Suasana alamnya memang sangat indah. Tapi, yang jadi masalah saat akan buang air. Toilet lumayan jauh dari tenda. Harus berjalan sekitar 500 meter.

Krna kami semua ikhwan, maka untuk buang air kecil cukup cari tempat yang aman, berjalan sekitar 15 meter sambil bawa air satu botol sudah selesai. Tanpa ada kekhawatiran.

Yang terpikir bagi saya saat itu, bagaimana klo ada peserta akhwat. Siapa yang bisa jamin keamanan mereka?

Akhwat itu beda dgn ikhwan. Ada banyak aurat yang harus mereka jaga. Sebab itulah, Allah Swt..melarang perempuan untuk keluar rumah tanpa ada hajat syar'i.
Lihat QS.33 ayat 33.

4. Jika kegiatan Quran Camp dilakukan oleh ikhwan-akhwat terpisah, maksudnya tempat nginapnya terpisah, jaraknya sekitar 200 meter gitu😇,  kamar mandinya terpisah, masak-masaknya terpisah, Outbond, games dan Olahraganya terpisah dan ada Ustadz-Ustadzah yang sudah menikah ikut membina, maka insyaaAllah boleh saja.

5. Tapi, jika Quran Camp ikhwan-akhwat campur baur. Tempat nginap/tendanya berdekatan ikhwan-akhwat, acara masak dan makan bersama bercampur baur,  Outbond, Games, olahraga  dan foto bersama dilakukan bercampur baur maka semua itu hukumnya HARAM. Jauhi kegiatan yang seperti itu.!!!

6. Jika niat Anda benar untuk mengkaji, mentadabburi dan menghafal Al Quran, maka lakukanlah dengan cara-cara yang Allah ridhoi. Jangan sampai demi mencari keseruan semata, hanya karna ingin suasana belajar terasa indah, sejuk, tapi justru melanggar banyak syariat Allah.

7.  Quran Camp dengan peserta Ikhwan-Akhwat, nginap di tempat terbuka, tanggapan saya, hal tersebut *TIDAK SEHARUNYA DIIKUTI OLEH AKHWAT.* Sangat rawan. Ketika sudah dilokasi, maka sangat sulit utk menjaga diri. Belum lagi saat memasak, makan, Outbond, games dan olahraga bercampur baur.
Sangat jauh dari nilai-nilai Qur'ani.

8. Seorang muslimah atau akhwat yang benar-benar ingin menjaga kemuliaan dan kehormatan dirinya, ingin taat kepada Allah, maka dia tidak ikut kegiatan-kegiatan yang bercampur baur dengan ikhwan-akhwat.
Justru dia akan menjauhi kegiatan2 seperti itu, meskipun dilakukan atas nama dakwah dan Al-Quran. Begitu pun dengan seorang ikhwan yang punya prinsip untuk taat kepada Allah dalam segala hal, dia pun akn menjauhkan diri dari kegiatan seprti itu.

9. Nasihat ini saya sampaikan karena aku mencintai kalian karena Allah. Oy, saya sengaja tidak mencantumkan banyak dalil dalam tulisan ini, agar tidak terlalu panjang.

Allahu a'lam
✒________
saudaramu
Heri Al-Fatih
081245991875

📲buat tmn2 yg ingin diskusi/tanya jawab, silahkan dikrim ke no diatas.

Nb: akan dibalas jika tidak sibuk.