Monday, October 16, 2017

INILAH TUGASKU

Tags

Oleh: Heri Al-Fatih
===========

INILAH TUGASKU

Menasehatimu, bukanlah berarti aku lebih baik darimu, tidak. Bahkan boleh jadi diriku lebih buruk dan dosaku pun lebih banyak. Ibadahku pun mungkin rusak.

Tapi, semua itu bukanlah suatu alasan untuk berdiam diri dari menyampaikan kebenaran atau saling mengingatkan. Terlebih lagi karena dakwah adalah sebuah kewajiban.

Bicara tentang dakwah dan saling menasehati dalam kebikan, aku jadi teringat dengan perkataan Imam
Al-Hasan Al-Bashri.

Beliau pernah menuturkan:
“Wahai sekalian manusia sungguh aku akan memberikan nasihat kepada kalian padahal aku bukanlah orang yang paling shalih dan yang paling baik di antara kalian. Sungguh aku memiliki banyak maksiat dan tidak mampu mengontrol dan mengekang diriku supaya selalu taat kepada Allah. Andai seorang mukmin tidak boleh memberikan nasihat kepada saudaranya kecuali setelah mampu mengontrol dirinya niscaya hilanglah para pemberi nasihat dan minimlah orang-orang yang mau mengingatkan.”
[Tafsir Qurthubi, 1/410]

Sejak dulu aku sudah berhenti menyampaikan  kebenaran dan meninggalkan aktivitas saling menasehati dalam kebaikan andai kesolehan yang menjadi ukuran.

Tapi INILAH TUGASKU, bahkan tugas kita bersama, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Bahkan Allah Swt. menjadikan hal ini (saling menasehati) sebagai pembeda antara merugi atau tidaknya seseorang, sebagaimana dalam firman-Nya:

وَالْعَصْرِ ، إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ، إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .
Demi masa.
Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
[QS. 103:1-3]

Saling menasehati adalah tanda keimanan dan pembuktian cinta terhadap sesama. Begitulah cinta selalu ingin melihat orang yang dicintai dalam kebaikan. Itulah kenapa Allah perintahkan agar kita saling menasehati, agar rasa cinta itu tetap bersemi dalam hati.


INILAH TUGASKU, hanya bisa mengingatkan.
Aku tak kuasa untuk mengubah sikapmu, tugasku hanya menasehatimu.

Karena Allah Swt.telah berfirman,

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”
[QS. adz-Dzariyat: 55]

Bicara tentang hidayah, maka itu hak Tuhanku
Tugasku hanya mengajakmu.

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki”
[QS. Al-Baqarah: 272]

Bahkan sebesar dan sedalam apa pun kecintaanku, maka tetap saja aku takkan mampu mengubah pendirianmu.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”.
[QS. Al-Qashash.28 : 56]

Pilihan itu ada padamu. Engkau terima ataukah menolak itu hakmu, karena Allah telah tunjukkan pada tiap-tiap jiwa jalan kebaikan dan keburukan.

 فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan."
[QS. asy-Syams 91: 8]

Dalam ayat yang lain,
Allah Swt.berfirman:

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

"Dan Kami telah Menunjukkan kepadanya dua jalan (kebaikan dan kejahatan)."
[QS. al-Balad 90:10]

Aku pun tak bertanggungjawab atas perbuatanmu. Itu pilihanmu.

Bukankah Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya."
[TQS. 74:38]

Ya, INILAH TUGASKU hanya bisa mengingatkan.
Doaku, semoga kita senantiasa dalam kebaikan dan istiqomah dalam ketaatan.

2 comments


EmoticonEmoticon